Hubungi Kami 0812 1720 9001

Pensiun GAUL dan Pribadi yang besar

Janganlah kalian jadikan impian kalian kecil, sebab kulihat tak ada yang lebih menjauhkan kemuliaan daripada impian yang rendah (Umar bin Khattab ).

Sobat, beberapa hari yang lalu saya diminta memberikan materi “pensiun dan spiritualitas” dihadapan para pegawai Mercedes yang akan menghadapi pensiun di Bogor. Saya katakan kepada mereka bahwa yang pensiun boleh pekerjaan kita, tapi selama badan masih dikandung badan teruslah kita membuat tanda di alam semesta ini dengan menjadikan hidup kita lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama. Jadilah kita orang yang GAUL sekalipun udah mau pensiun. Apa maksudnya GAUL itu? G-nya adalah Gaya hidup yang sehat dan bahagia. A-nya Aktivitasnya bermanfaat dan U-nya adalah Uangnya banyak lagi berkah dan L-nya Lupanya sedikit. Bukankah ini tujuan dan harapan bagi setiap orang yang akan memasuki masa pensiun.

Sobat, menjadi pribadi yang besar bukanlah tubuh atau badannya yang besar melainkan orang yang memiliki jiwa yang besar dan nilai kebermanfaatan yang tinggi terhadap sesama dalam kehidupannya. Apalah artinya hidup, kalau ada dan tidak adanya kita tidak punya pengaruh sama sekali dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bahkan menjadi sampah masyarakat. Naudzubillahimindzaalik!

Pribadi yang besar adalah simbol kesiapan mental seseorang menghadapi tantangan yang terus berlaku dan berliku. Dan tantangan hidup adalah untuk dihadapi, bukan dikeluhkan. Berkeluh tidak berfungsi apa-apa, jika tidak dilanjuti kesiapan menghadapinya.

Sobat, bagaimana gaya hidup yang sehat itu? Gunakan konsep AMIGO sebagai gaya hidup sehari-hari : Air sudahkah kita minum 2 liter sehari secara berkala? Air sangatlah penting bagi kesehatan kita! Tubuh kita berisi 70% air,otot kita terdiri dari 75% air, sel-sel otak kita berisi 85% air dan darah kita terdiri dari kira-kira 82% air dan salah satu guna air adalah memelihara tubuh agar memiliki hidrasi yang baik dan menambah efisiensi dari sistem kekebalan tubuh.

Makanan yang “hidup” dan makanan dalam kondisi mentah atau hampir mentah terdiri dari buah-buahan yang segar, sayur mayor, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Makanan hidup berisi vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan lain sebaginya. Istirahat atau tidur yang berkualitas atau tidur delta. Gizi pelengkap dengan minum multivitamin setiap hari menjadi keharusan. Dan terakhir olahraga yang baik dan teratur.

Sobat, kalau kita ingin selain hidup yang sehat, juga bahagia dan menjadi pribadi yang besar. Berikut ini adalah ciri-ciri pribadi yang besar nan bahagia itu:

1. Siap menghadapi tantangan hidup. Keruwetan dan tantangan bukan ia hindari, tapi ia hadapi. Ia selesaikan, bukan sekedar ia keluhkan. Memang adakalanya berkeluh, tapi keluh itu dibarengi sharing, dialog, dan tukar pikiran untuk menemukan jalan penyelesaian.

2. Berani menghadapi resiko. Level tinggi dalam agama maupun karir/bisnis selalu berbanding lurus dengan resiko yang semakin tinggi. Itulah rahasia para nabi dan utusan selalu menghadapi resiko yang tinggi.

Nabi Zakariya digergaji, Yahya disembelih, dan Isa diburu, untung Allah menyelamatkannya. Nabi Muhammad dikatakan gila, tukang sihir, dan sebagainya. Demikian pula dalam bisnis, jualan kecil-kecilan, resikonya tidak besar. Namun, untungnya pun juga kecil-kecilan.

3. Toleran terhadap kegagalan. Gagal mah biasa, yang luar biasa itu adalah jika gagal bangkit lagi dan bangkit. Bukankah banyak orang sukses dalam bidang apa pun adalah orang yang bukan tak pernah gagal, akan tetapi berulangkali gagal dan bangkit, serta belajar dari kegagalan itu.

4. Mempunyai cita-cita, misi, dan visi besar. Bukan sekedar cita-cita semata, namun mereka iringi cita-cita ini dengan amaliah nyata dengan penuh kesungguhan, kegigihan, berkali-kali, dan tak pernah putus asa atau tak patah arang.

5. Suka dialog dan bergaul dengan orang-orang yang berjiwa besar. Kegemaran bergaul dengan orang yang berjiwa besar, menjadikannya termotivasi untuk menaklukan tantangan, bukan malah menghindari tantangan. Dan itulah rahasianya mengapa Nabi menganjurkan untuk duduk dan bergaul dengan orang yang shalih.

Sedang Umar bin Khattab mengatakan,” Kalau bukan karena tiga hal, aku lebih baik mati saja. Pertama, aku berjihad fi sabilillah. Kedua, aku tundukkan kepalaku untuk bersujud. Ketiga, bergaul dengan orang shalih, mendengarkan majelis mereka.”

Sobat, di akhir tulisan ini saya kutip kata-kata Umar Bin Khattab yang menjadi lead artikel ini : “Janganlah kalian jadikan impian kalian kecil, sebab kulihat tak ada yang lebih menjauhkan kemuliaan daripada impian yang rendah.”

Jagalah impian kita, sebab impian adalah pemantik /inspirator segala karya. Siapa yang impiannya benar dan ia lakukan dengan tulus, maka segala tindakan sesudahnya menjadi benar.” Siapa yang cita-citanya mulia, kualitasnya agung” itulah pesan sayidina Ali Ra.

Semoga kita bisa menjadi orang yang GAUL dan menjadi Pribadi besar.

Salam Dahsyat dan Luar biasa!

 

 

 

 

 

( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Character Building dan Gizi Spiritual.Pengurus Komnas Pendidikan Jatim. www.faqihsyarif.net )

2 Comment(s)

  • by Ash shofi Posted March 25, 2018 8:31 am

    Sangat bagus bagi calon orang orang yang menjelang pensiun dan melatih orang untuk menghadapi tantangan dalam hidup.

  • by ayu Posted March 25, 2018 6:22 pm

    Sangat inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telp/SMS/WA 0812 1720 9001