Hubungi Kami 0812 1720 9001

Hakikat Cinta kepada Allah SWT

“ Ya Allah, rezekikanlah kepadaku cinta kepada-Mu, cinta kepada orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada sesuatu yang mendekatkanku pada cinta kepada-Mu. Jadikanlah cinta kepada-Mu lebih kucintai ketimbang air yang segar.”

Seorang badui pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan kiamat itu akan datang?” Rasulullah Saw balik bertanya, “ Apa yang telah kau persiapkan untuk kiamat?” “Aku tidak mempersiapkan banyak puasa atau sholat. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah Saw bersabda, “ Seseorang akan bersama dengan orang yang dia cintai.”

Anas ra. Berkata, “ Aku tidak melihat umat Islam bergembira dengan sesuatu setelah adanya Islam. Kegembiraan mereka hanya dengan adanya Islam.” Abu Bakar ash-shiddiq ra. Berkata, “ Siapa pun yang merasakan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia tidak akan sibuk mencari dunia dan tidak akan dibuat gelisah oleh urusan manusia.”

Imam al-ghazali mengatakan hati bagaikan cermin. Selama cermin itu bersih dari kotoran dan karat, ia akan menampakkan banyak hal. Namun, jika hati telah dipenuhi kotoran dan karat dan tidak ada sesuatu pun yang bisa menghilangkannya, maka ia tidak akan bisa memancarkan kilau. Rasulullah Saw bersabda, “ Sesungguhnya hati akan menjadi karatan seperti besi.” Seseorang bertanya. “ Dengan apa membersihkannya?” Nabi Saw menjawab,” Dengan mengingat mati dan membaca Al-Quran.”

Allah swt telah memberikan petunjuk yang sangat jelas, bagaimana cara mendapatkan kecintaanNya. Allah swt telah berfirman, artinya: “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[Ali Imron:31]

Imam Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu Katsir menyatakan, “Ayat ini merupakan pembukti, “Siapa saja yang mengaku mencintai Allah swt, namun ia tidak berjalan sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka orang tersebut hanya berdusta saja.

Dirinya diakui benar-benar mencintai Allah, tatkala ia mengikuti ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW, baik dalam perkataan, perbuatan, dan persetujuan beliau saw.” Jika teruji bahwa ia benar-benar mencintai Allah, yakni dengan cara menjalankan seluruh ajaran Muhammad SAW, maka Allah akan balas mencintai orang tersebut.

Rasul saw bersabda: “Barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak kami perintahkan, maka perbuatan itu tertolak.”[Muttafaq ‘alaihi] Para ahli hikmah telah menyatakan,”Perkara yang hebat bukanlah kamu [merasa] mencintai Allah, akan tetapi kalian benar-benar dicintai [oleh Allah SWT].

Imam Hasan al-Bashriy pernah berkata,” Ada suatu kaum merasa bahwa mereka telah mencintai Allah SWT. Lalu Allah SWT menguji mereka dengan firmanNya,”Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. Niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[Ali Imron:31]

Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,”Bukankah agama ini adalah cinta dan benci karena Allah SWT ?
Imam Ibnu Katsir juga menjelaskan, “Jika kalian mengikuti sunnah Rasulullah SAW, maka kalian akan mendapatkan keberkahan hidup”

Sobat. Atas dasar itu, jika kita hidup sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, maka kita pasti akan mendapatkan kecintaan dari Allah SWT dan kita juga pasti akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Sobat. Dari uraian Imam Ibnu Katsir di atas jelaslah bagi kita. Jika seseorang ingin meraih dan mendapatkan kecintaan dari Allah SWT, kita mesti berbuat dan berperilaku sesuai tuntunan Islam. Jika kita berjalan sesuai dengan ajaran yang dibawa Muhammad SAW, tentu kita akan dicintai oleh Allah SWT. Sebaliknya, meskipun kita merasa mencintai dan dicintai Allah SWT, kita tidak akan mendapatkan kecintaan dari Allah SWT selama tidak berjalan sesuai dengan ajaran Muhammad SAW.

Sobat. Atas dasar itu, kita tidak boleh membuat tata cara atau ritual tersendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ajaran ataupun ritual apapun yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, tidak mungkin mengantarkan kita untuk meraih cinta Allah SWT. Hanya dengan menjalankan ajaran Islam secara konsisten dan konsekuen, kita akan mendapat kecintaan dari Allah SWT.

Jelaslah kini hanya ada satu cara untuk mendapatkan kecintaan dari Allah swt; yaitu selalu menjaga keimanan dan berperilaku sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Seseorang yang mencintai Allah SWT akan berusaha dengan segenap tenaga untuk menerapkan aturan-aturan Allah SWT, baik yang berhubungan dengan masalah ekonomi, politik, dan sosial budaya.

Sayangnya, saat ini kita tidak mampu lagi menerapkan aturan-aturan Allah SWT dikarenakan tidak ada institusi yang menjaminnya. Penerapan Syari’at Islam secara Kaffah [utuh dan menyeluruh] masih jauh diatas kenyataan. Padahal, penerapan Syariat Islam secara utuh dan menyeluruh merupakan bukti kecintaan kita kepada Allah, sekaligus jalan pembuka untuk meraih cinta Allah. Bagaimana kita bisa merasa dicintai Allah SWT, sementara itu kita mencampakkan aturan-aturannya dan menerapkan pranata-pranata kufur ? Pastinya bukan kecintaan yang kita dapat, akan tetapi laknat dan kebencian yang akan kita sandang. Na’udzu billahi min dzaalik.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

 

 

 

 

 

 

( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Character Building. Anggota Majelis Kyai PP Al-Ihsan Nganjuk. Sekretaris Komnas Pendidikan Jatim )

1 Comment

  • by Chairul Posted July 9, 2018 2:24 pm

    Allah Yaa Karim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telp/SMS/WA 0812 1720 9001