Hubungi Kami 0812 1720 9001

Membangun Kecerdasan Tanpa Batas Generasi Zaman Now

Sobat. Satu-satunya cara menyiapkan diri memasuki zaman baru ialah dengan lebih berani masuk ke dalam hati sekarang juga. Bahagia itu tidak harus mewah. Istighfar itu untuk masa lalu. Bersyukur itu untuk hari ini. Berdoa itu untuk hari esok. ( Faqih Syarif, 2018 )

Sobat. Bahagia adalah fitrah manusia yang memiliki kecerdasan untuk menemukan kebahagiaan. Tapi Mengapa manusia yang memiliki fasilitas supercerdas di dalam dirinya justru mengalami banyak kesulitan dan penderitaan? Karena manusia meninggalkan kecerdasan hati yang menghubungkan manusia dengan keutuhan hidupnya.

Apakah yang membuat hati tidak bahagia?? GALAU??

Ketika menggunakan kecerdasan hati, kita bisa memiliki karakter sesuai dengan identitas “rumah” kita sendiri. Dengan menguasai hati, kita akan mudah menguasai dunia yang ada di luar diri.

Ingatlah Pesan Penting IBU : Jangan kau tinggalkan hatimu supaya kamu tidak kehilangan arah dan dirimu yang sejati.

Dengan cara mengenal jati diri kita agar kita Tahu Diri, Percaya Diri dan Sadar Diri. Caranya adalah Mulai sekarang sadarilah bahwa diri Anda adalah jiwa dengan raga sebagai bungkus atau casing-nya. Mulai menata kehidupan yang bahagia dari dasar jiwa, sekaligus menyadari bahwa ketidakbahagiaan Anda adalah tuntunan agar Anda menyadari lagi fitrah jiwa Anda itu. Sadari pula bahwa jika kita menghadapi banyak persoalan, itu adalah petunjuk agar kita lebih mengenali sifat-sifat jiwa dan hati nurani kita sendiri.

Sobat menurut Mas Erbe Sentanu penulis buku Quantum Ikhlas. Untuk kejelasan hidupmu, kamu harus jelas melihat dirimu. Jika balon yang beraneka warna dan bentuk dapat dianggap sebagai realitas raga (fisik), udara yang transparan dan tanpa bentuk merupakan realitas jiwa (non-fisik) yang mengisi dan menggerakkan balon. Tanpa udara (di dalam) balon tak berbentuk. Tanpa jiwa (di dalam) raga tak berdaya. Tanpa software (di dalam) hardware tak berfungsi. Hati, nurani, dan jiwa adalah super intelligent software”. Kata Profesor BJ Habibie.

Fasilitas kecerdasan ada dua, yaitu menggunakan Otak ( Modal Sukses ) dan Hati ( Modal bahagia). Cerdas realitas meliputi dua juga :

  • Materi : Logika, Analisa, Intelejensi, Personal, Kompetisi, Cita (Pikiran), Sementara  OTAK
  • Non Materi : Etika, Sintesa, Intuisi, Sosial, Kolaborasi, Cinta (Perasaan), Selamanya  HATI

Ingatlah, Sobat bahwa Intuisi dan kata hati adalah GPS bagi jiwa manusia, Kata erbe sentanu dalam bukunya Karakter 360.

Maka untuk menjalani kehidupan ini, gunakan cerdas berpikir dan merasa. Waspadalah terhadap virus karakter : Abai, Lalai dan Lebay yang berakibat fatal bagi kesuksesan dan kebahagiaan manusia sehingga No Goals, No dicipline, No Iniatiatif, No Respect dan No Spirit.

Sobat. Disinilah pentingnya kita harus memiliki Panca sadar :
1. Sadar Tuhan menjadi pedoman jiwa. Kesadaran bahwa Allah Yang Mahakuasa menciptakan manusia dan kehiduapn dengan Cinta-Nya. Dengan kesadaran itu, kita bisa menjalani hidup dengan keyakinan sifat jujur dan ikhlas.

2. Sadar Diri menjadi pedoman hati. Kesadaran bahwa diri manusia diciptakan sama dengan lainnya dengan sifat Kasih-Nya. Dengan kesadaran ini, kita bisa menjalani hidup dengan percaya diri dalam sikap perilaku sopan, rendah hati, dan tidak sombong untuk meluaskan cinta dan kasih sayang kepada sesama dan alam kehidupan.

3. Sadar Hidup menjadi pedoman nurani. Kesadaran bahwa hidup adalah karunia Allah yang diciptakan dengan sifat sayang-Nya dan harus dijaga sebaik-baiknya dengan sikap tanggung jawab dengan perilaku yang berguna.

4. Sadar Masalah menjadi pedoman sikap. Kesadaran bahwa masalah adalah cara Allah SWT untuk memperbaiki kesalahan sikap perilaku manusia dan mengembalikan sifat cinta dan kasih sayang ke dalam diri manusia sehingga kita bisa memahami hikmah atas masalah yang menuntun kita menjadi manusia yang sabar, peduli, dan cerdas.

5. Sadar Bahagia menjadi pedoman perilaku. Kesadaran bahwa bahagia adalah fitrah jiwa manusia agar kita bisa menjalani hidup dengan gembira, murah hati, dan bersyukur sebagai makhluk yang dicintai, dikasihi, dan disayangi-Nya.

INGATLAH, SOBAT HIDUPMU AKAN SESUAI DENGAN AKAL BUDIMU.

Salam Dashyat dan Luar Biasa !

 

 

 

 

 

( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku GIZI SPIRITUAL dan Character Building. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur. Majelis Kyai PP Al-Ihsan Baron Nganjuk)

1 Comment

  • by Ash shofi Posted July 23, 2018 8:27 pm

    Masya Allah sangat inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telp/SMS/WA 0812 1720 9001