Hubungi Kami 0812 1720 9001

INFAQ PARA SAHABAT

Oleh Ustadz Suliswanto, S.Pd

Ketua Takmir Masjid Al Izzah Pondok Pesantren Baron

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Kaum muslim rahimakumullah, pada kitab sirah sahabat karya Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawy diceritakan. Ketika para sahabat tengah berada di sisi Rasulullah SAW dan hendak melakukan shalat berjamaah, muncul sekumpulan orang yang berpakaian compang – camping. Melihat hal tersebut, wajah Rasulullah SAW nampak muram dan kemudian segera memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan.

Usai melaksanakan shalat berjamaah, Rasulullah SAW kemudian berpidato sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi: “Ya ayyuha-ladzina amanu-taqu-Allaha wal-tanzur nafsun ma qadamat lighadin. Wattaqu-Allaha inna Allaha khabirun bima ta’lamun,”.

Yang artinya: “Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan,”.

Usai berpidato, Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada para sahabatnya untuk mengeluarkan sedekah dan infak sehingga beberapa sahabat ada yang bersedekah dengan sebagian dinarnya, dirham, kain, gandung hingga separuh buah kurma yang dimiliki.

Melihat maraknya sedekah dan infaq yang terkumpul dari rezeki-rezeki para sahabat, wajah Rasulullah pun berbinar. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah disebutkan bagaimana Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar bersedekah dan berinfak suatu hal yang disukai.

Dalam kitab Nashbur Rayah dijabarkan bagaimana ketika Sayyidina Umar bin Khattab mendapat pembagian tanah di Khaibar. Beliau kemudian menemui Nabi untuk berkonsultasi dan seraya berkata : “Ya Rasulullah, aku mendapatkan sebidang tanah yang mana tak pernah kudapatkan pembagian harta yang lebih berharga daripada sebidang tanah ini.
Lalu apa yang engkau perintahkan kepadaku terkait sebidang tanah ini?” Rasulullah SAW pun menjawab : “Jika engkau mau, engkau boleh mempertahankan tanahnya dan kau boleh mensedekahkan hasilnya (dari pengolahan tanah itu).” Maka dengan nasihat tersebut, Umar tidak mensedekahkan hasil tanahnya. Beliau juga tidak menjual, menghibahkan, atau membagi-bagikan tanahnya kepada fakir miskin. Kendati demikian, Sayyidina Umar mengizinkan bagi siapapun yang hendak mengolah dan mengambil hasil dari tanahnya dengan cara layak.

Sayyidina Umar juga dikenal sebagai sahabat Nabi yang gemar membagi – bagikan hartanya di jalan Allah SWT. Tak hanya itu, beliau juga kerap melebihkan orang-orang yang terlebih dahulu memeluk Islam dengan kelebihan harta yang dimiliki. Sayyidina Umar dikenal sangat menyayangi para mualaf dan orang-orang dengan keteguhan iman dan Islam yang kuat. Kisah sahabat Rasulullah SAW lainnya yang gemar bersedekah dengan hal yang disukainya adalah datang dari Abdurrahman bin Auf. Dalam berbagai catatan literatur dan khazanah Islam, Abdurrahman bin Auf pernah menginfakkan separuh harta yang dimiliki. Ditambah dengan 40 ribu dinar, 500 ekor kuda, dan 500 ekor unta hasil perniagaannya.

Sahabat nabi lainnya, yakni Sayyidina Utsman bin Affan. Utsman pernah menemui Nabi Muhammad SAW untuk menyerahkan uang sebesar 1.000 dinar. Penyerahan uang ini dilakukan disaat Utsman tengah mempersiapkan pasukan perang yang sedang mengalami masa paceklik.

Dari keseluruhan kisah ini terdapat hikmah yang bisa dipetik tentang bagaimana kesetiaan dan juga kepercayaan hati para sahabat bahwa harta dan rezeki yang melekat pada manusia hanyalah titipan. Di samping harta tersebut sesungguhnya ada hak – hak pihak milik orang lain yang dititipkan Allah SWT kepada umatnya yang berlebih.

Kaum muslimin dimanapun anda berada, mari ikut berpartisipasi dan turut andil dalam proses perapian pembangunan Masjid Al Izzah Pondok Pesantren Baron dengan menginfaqkan harta terbaik panjenengan semua. Bila panjenengan berkenan bisa disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di nomor rekening 7146741902  a.n Masjid Al Izzah.

Bagi kaum muslimin yang ingin mengawali aktivitas hari ini dengan kebaikan beramal sholih, yakni dengan cara berinfaq melalui Masjid Al Izzah Pondok Pesantren Baron, silahkan bisa menghubungi :

  1. Ustadz Dwi Soni. S, S.Kom (Kepala Bidang SPSB) di nomor HP/WA 0812 1720 9001.
  2. Ustadz Nugroho Dimastoro, S.Pd., Gr (Humas Yayasan Pondok Pesantren Baron) di nomor HP/WA 0857 3029 4757.
  3. Sahabat Pesantren Baron di Kota Panjenengan

Semoga urusan kita semua senantiasa dimudahkan oleh Allah SWT, aamiin

Wallahu A’lam Bish Shawab

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telp/SMS/WA 0812 1720 9001