Hubungi Kami 0812 1720 9001

Merdekakan Jiwa dan Hati Nuranimu !

Tawakal adalah kepercayaan yang utuh kepada Allah SWT yang terpatri di dalam hati, bersandar  kepada Allah, berlapang dada, serta  tidak mencemaskan  segala yang akan terjadi. Tunjukkan kepercayaanmu yang utuh  kepada Allah dan bangun kepercayaan itu di atas hati yang bersih. Yakini bahwa Allah Maha Pengasih sehingga  engkau akan menyadari bahwa anugerah yang engkau terima berasal dari pemberian-Nya dan musibah  yang engkau derita terjadi atas izin-Nya. Fudhail bin Iyadh berkata,” Orang yang bertawakal dan berserah diri kepada Allah takkan pernah menuduh Allah  tidak adil. Dia juga tidak risau akan disia-siakan oleh-Nya begitulah sikap mutawakil.

Sobat, hidup bahagia  berarti memiliki  hati  yang  terbuka  dan  merdeka seperti  bayi. Maka, kemerdekaan  berarti  ketentraman  hati, dan kelapangan  jiwa. Sebaliknya , penjajahan  berarti  hidup yang terjepit oleh  pikiran yang  sempit, seperti rasa takut tidak kebagian atau tidak  mendapatkan yang  diinginkan. Rasa takut  itu akibat  kesalahan  berpikir  sehingga  lupa  akan  janji  dan kebaikan-Nya karena  diri kita dikuasai  oleh  informasi  yang benar menurut  kata  orang lain dan bukan kebenaran  yang dirasakan oleh hati kita sendiri. Tanpa  kesadaran  manusia  mudah  terjajah  ketakutan  yang kita lakukan baik terhadap diri sendiri  maupun orang lain dan  sulit mengikuti aturan dan memahami apa yang baik  untuk dilakukan.

Sobat, banjir  informasi  membuat  orang  mudah merasa lebih tahu, merasa lebih benar, dan merasa  berhak memaksakan  meskipun tahu  bahwa  semua sikap itu memiliki sinyal RASA yang buruk (negatiiv feeling) di tubuh. Sebaliknya, sikap  terbuka  dan hati-hati  yang mendorong saling  pengertian  dan  tenggang  rasa  memiliki  sinyal  gelombang RASA  yang baik (positive feeling) dan  menenangkan hati. Oleh karena itu, kita  harus  mampu  menjaga  diri  dari  hantaman informasi  yang  merusak  kesadaran. Sebab, hanya  dengan  kesadaran yang utuh  kita  bisa  berpikir jernih  dan  tenang  tentang hidup  yang ingin dijalani, hidup yang  gaduh  atau  teduh, hidup  yang  menang  sendiri atau  menang  bersama,dan hidup  yang  bersabung nyawa  atau  bersambung rasa.

Sobat. Dengan kesadaran RASA kita  bisa  menetukan  apa  yang benar-benar  ingin kita  rasakan  dan  mampu  menjauhkan diri dari  penyimpangan.

  • Hidup seperti apa yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah kita  dengan kesuksesan  yang  menyebabkan  orang lain menderita.
  • Kemajuan seperti apa  yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah  kita  dengan kemajuan  yang menyebabkan bumi kita  menderita.
  • Kecerdasan seperti apa yang  ingin kita  ciptakan? Bahagiakah kita  dengan  kecerdasan  yang  menyebabkan  saudara kita  menderita.
  • Karakter seperti apa yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah kita  dengan  perilaku  yang menyebabkan tetangga kita  menderita.

Sobat, dengan  kesadaran  yang utuh kita  bisa  menciptakan  kemajuan bagi diri-sendiri dan  seluruh  kehidupan. Dengan  karakter  manusia  yang  lengkap, kita  mengembangkan  layar kebahagiaan  dalam  rajutan karsa, rasa, dan  cipta. Abdullah  bin Mas’ud  berkata, “ Kemuliaan  dan  kekayaan selalu  berusaha keras  mencari tawakal. Ketika berhasil mendapatkannya, maka tenanglah keduanya.”  Umar bin Khaththab  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  SAW bersabda, “ Apabila  kalian  bertawakal  kepada Allah  dengan  benar, Dia  pasti  memberimu rezeki  laksana  burung, pergi pagi hari dengan keadaan lapar dan pulang  sore  dalam keadaan kenyang. ( HR. Tirmidzi ).

Sobat, tawakal  adalah tidak  menggantungkan diri  kepada sebab-sebab duniawi, menghilangkan  rasa tamak, dan serakah, serta tidak berharap apa-apa  kepada  manusia. Mutawakil  hanya  memusatkan perhatian pada anugerah  yang  tersedia di hadapannya, lalu bersikap ridho  dengan keputusan Allah  terhadap dirinya. Mereka sadar  bahwa dia tidak dapat  menyegerakan  sesuatu  yang Allah tangguhkan dan tak dapat  menangguhkan sesuatu  yang Allah  tentukan. Atas dasar  inilah, mutawakil  tidak  pernah  merasa  kecewa, tergesa-gesa, apalagi berputus  asa. Jiwanya  merasa tenang  berkat  pengetahuan yang terpatri di dalam kalbu. Dia tahu bahwa semua yang ditakdirkan  Allah pasti terjadi.

Sobat, rasa tenang  untuk meraih kemenangan, rasa sehat untuk meraih kekuatan, rasa sabar untuk  meraih kecerdasan, rasa syukur  untuk meraih kemakmuran, dan rasa bahagia untuk meraih kesejahteraan.

Salam Dahsyat  dan Luar Biasa !

 

 

 

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi  dan pengembangan diri. Narasumber tetap Thank God Tommorow is Friday Radio SMART 88.9 FM Surabaya. Pengurus  Komnasdik Jatim. www.faqihsyarif.net )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telp/SMS/WA 0812 1720 9001