Hubungi Kami 0812 1720 9001

Hadirkan Berkah Sejak Awal Dalam Pernikahanmu!

Sobat. Gejala  awal  dari  berkahnya  sebuah pernikahan adalah  kejujuran  ruh,   proses  dalam  bingkai  syariat, dan  memudahkan  diri.  Allah akan menggaransinya : “ Ada  tiga golongan yang wajib bagi Allah  menolong  mereka. Pertama, budak mukatab  yang  ingin melunasi dirinya  agar  bisa  merdeka. Dua, orang  yang  menikah  demi  menjaga kesucian  dirinya  dari  maksiat. Dan ketiga, para mujahid  di jalan Allah.” ( HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah )

Sobat. Bahwa  menikah  itu  membuka  pintu  rezeki. Jatah  rezeki kita  itu  sudah ada, pasti sekian-sekian. Kita  diberi pilihan-pilihan  oleh Allah  untuk  mengambilnya  dari  jalan  manapun. Tetapi ia bisa  terhalang oleh beberapa hal, semisal  malas, gengsi, dan maksiat.

Sobat. Sekarang apa saja tentang persiapan pernikahan? Setidaknya ada lima hal yang harus kita perhatikan :

  1. Persiapan Ruhiyah ( Spiritual ). Mengubah sikap mental  menjadi  lebih  bertanggung jawab, sedia  berbagi, meluntur ego, dan  berlapang dada. Ada dua  hal penting yang harus dijalankan dalam menjalankan kehidupan nyata, yakni Sabar  dan Syukur. Ada  kesiapan  untuk  tunduk  dan  menerima  segala  ketentuan  Allah  yang  mengatur  hidup kita  seutuhnya, lebih-lebih  dalam  berumah tangga.
  2. Persiapan “Ilmiyah-Fikriyah ( Ilmu dan Intelektual). Bersiaplah menata rumah  tangga  dengan pengetahuan, ilmu, dan  pemahaman. Ada  ilmu tentang ad-Dien. Ada  ilmu  tentang  berkomunikasi  yang  ma’ruf  kepada pasangan. Ada  ilmu  untuk  menjadi  orang  tua  yang baik ( parenting ). Ada  ilmu  tentang  penataan  ekonomi dan banyak ilmu yang lainnya.
  3. Persiapan jasadiyah ( Fisik ). Jika memiliki  penyakit-penyakit apalagi berkaitan  dengan  kesehatan  reproduksi, harus  segera  diikhtiarkan penyembuhannya. Perhatikan  kebersihan dan perhatikan makanan, pokoknya  harus  halal, thayyib, dan teratur, serta hapus  kebiasaan ‘jajan’  sembarangan. Tentang pakaian juga, apalagi  pada bagian  yang paling pribadi. Kebiasaan  memakai dalaman yang terlalu ketat misalnya, berefek sangat  buruk  bagi  kualitas sperma.
  4. Persiapan Maadiyah ( Material ). Kalau yang ini tuntutannya adalah sekedar komitmen  untuk  segera  mandiri.
  5. Persiapan Ijtima’iyyah ( Sosial ). Siap untuk bermasyarakat, paham  bagaimana bertetangga, mengerti  bagaimana  bersosialisasi dan  mengambil peran  di tengah-tengah  masyarakat, serta juga  tak  kalah  penting memiliki visi dan  misi  dakwah di lingkungannya.

Sobat. Persiapan  utama  adalah  komitmen. Komitmen  untuk  menjadikan  pernikahan sebagai  perbaikan  diri  terus-menerus. Saya  ingin menegaskan sesudah  kebenaran dan kejujuran, gejala awal  dari barokah  adalah  mempermudah  proses  dan tidak  mempersulit  diri, apalagi  mempersulit orang lain.

“ Wahai  sekalian  pemuda, barangsiapa  di antara kalian  telah  bermampu ba’ah, maka hendaklah ia  menikah. Karena  pernikahan  lebih  dapat  menundukkan pandangan  dan  menjaga  kehormatan farji. Dan  barangsiapa  belum  mampu, hendaklah ia  berpuasa. Sungguh  puasa  itu  benteng  baginya.” ( HR  Bukhari dan Muslim )

Apa itu Ba’ah? Sebagian ulama beda pendapat. Namun mereka menyepakati  satu hal, yaitu makna utamanya adalah  kemampuan biologis, kemampuan berjima’. Adapun makna tambahannya Imam Syaukani mengatakan al-mahru wan nafaqah ( mahar dan nafaqah ). Sedangkan menurut ulama lain adalah penyediaan  tempat tinggal. Tetapi makna utamalah  yang ditekankan, yakni kemampuan jima’.

Sobat. Tidak cukup  bagi  dua  orang  yang  telah  menjadi  suami  istri  untuk  puas  dengan  kesalehan  yang  ada  pada  masing-masing mereka.  Lebih  dari itu, wajib  juga  bagi  keduanya  untuk berpikir dan berkomitmen, serta berusaha  menciptakan  generasi  yang sholeh pula. Kemudian mereka juga turut  serta  membantu umat  untuk  membuat  keshalehan itu  jamak di tengah-tengah masyarakat.

Sobat. Mewujudkan  sebuah rumah tangga islami adalah usaha meraih keberkahan dan kemuliaan hidup inilah  yang  harus diwujudkannya, semisal didirikan  di atas  landasan ibadah, terjadi internalisasi nilai-nilai Islam secara kaffah, terdapat Qudwah( teladan )  yang nyata dan itulah baginda Rasulullah SAW, posisi masing-masing  anggota  keluarga sesuai tuntunan  syariat, terbiasa tolong-menolong  dalam menegakkan adab-adab  islam, rumah kondusif  bagi terlaksananya  aturan-aturan Islam, tercukupinya  kebutuhan-kebutuhan materi  secara wajar,  menghindari diri dari hal-hal yang tidak sesuai  dengan ruh Islam, berperan dalam dakwah dan pembinaan  masyarakat,  dan terbentengi  dari  pengaruh  lingkungan  yang buruk.

“ Jika seorang  hamba  menikah, maka  telah  menjadi  sempurnalah  setengah  agamanya. Maka  hendaklah ia  bertakwa  kepada  Allah pada setengah yang lainnya.” ( HR Hakim dan Thabrani dari Anas bin Malik )

Sobat. Harapan  tanpa  iman  adalah  kekecewaan  yang  menunggu  waktu. Kebahagiaan  tanpa  barokah bagai  bayang-bayang  tanpa  cahaya. Orang suci, menjaga kesuciannya  dengan pernikahan dan menjaga pernikahannya  dengan kesucian.

Baarokallaahu laka, wa Baaroka ‘alaika wa Jama’a  Bainaakumaa fii khoiir….

 

 

 

 

 

( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H  untuk Yuk Ngaji  Pra Nikah  di RM Lazizah Manyar  Surabaya, 11 Maret 2018 )

2 Comment(s)

  • by Ash shofi Posted March 20, 2018 11:54 am

    Semoga Allah SWT selalu memberikah berkah kpd pasangan yg sudah menikah dan bagi yg belum semoga dimudahkan untuk bisa menyempurnakan separuh agama tersebut, aamiin

    • by administrator Posted March 21, 2018 10:58 am

      Aamiin yaa robb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telp/SMS/WA 0812 1720 9001